Sewaktu saya masih kecil , dan diajarkan tentang Agama Islam, Saya membayangkan tentang Tuhan , dan saya membayangkan Tuhan adalah Sosok Pria besar Yang Tegap dan Tinggi Berjubah Hitam dan Gelap, yang mengawasi segalanya , Tuhan Itu Keras dan Tegas Tidak Ragu-ragu dalam Menghukum, kalau kita berbohong ia akan memotong lidah kita kalau kita mencuri ia akan memotong tangan kita Intinya Tuhan Itu Pemarah dan Ia tidak suka kita dekat-dekat yang lain,
Sampai Akhirnya Saya Berusia Belasan Memikirkan tentang eksistensi Tuhan dan Agamanya , Saya Merasa Beragama dan Bertuhan Itu Terlalu Terpaksa dan harus mengikuti banyak aturan , tapi belakangan saya sadar bagaimana cara tuhan diperkenalkan dengan saya diajarkan oleh guru dan ahli-ahli agama yang setiap pagi dan petang menghardik dan menakut-nakuti tentang akherat dan Neraka , sepertinya takdir manusia hanyalah melayaninya dan sebagai tawanan dalam pikiran terhadap kepercayaannya kepada Tuhan,
Ketika saya Berkelana dalam pemikiran-pemikiran kosmis, mendalami berbagai kitab-kitab agama dan pandangan mistik saya berkesimpulan
Bagaimana Kita Mengenal Tuhan Amat Dipengaruhi Oleh Tahun-tahun Awal Kehidupan Kita Di Dunia Ini, Kalau Tuhan ada sebelum waktu itu ada , Lantas Bagaimana awal keberadaannya , kalau Tuhan bisa ada dengan sendirinya kenapa kita manusia tidak bisa ada dengan sendirinya, Siapa yang Butuh Tuhan, begitulah awal pemberontakan saya pada awal usia Belasan.
Saya Cukup terhibur dengan teori darwin bahwa material-material yang ada disemesta dapat terbentuk dengan sendirinya menjadi bahan Baku kehidupan dan Awal Kehidupan adalah Sel tunggal, tapi seiring waktu kapannya muncul kesadaran dalam diri mahluk hidup, mendalami agama Budha , Taoisme Saya terperangkap tentang Awal dan Akhir Eksistensi dan Noneksistensi saya Bebas dan Berkelana
Lalu apa Urgensinya Tuhan Bagi Kita , Sampai pada suatu hari datang sebuah kesadaran dalam benak saya , Memahami Tuhan , Tuhan adalah Ibaratnya angka 1 sampai 9 titik nol adalah ruang Tuhan karena tuhan adalah Nol , Nol yang Indah dan Agung, Nol adalah -2+2 atau 1
+2-3+6-5-1, yah Tuhan itu berarti satu Setan dikurang satu malaikat, malam dikurang siang , miskin ditambah kaya, Allahu akbar sangat maha Besar Bahkan Kita ada di dalam Tuhan , kita berada di dalam Tuhan .dari nol yang agung dan Indah itu terdiservikasi berbagai semesta dan kesadaran-kesadaran baru, gelap dan terang pagi dan siang
Kembali Tentang Tuhan , Lalu Apakah tuhan Itu yang diklaim oleh banyak Agama yang melakukan pembenaran terhadap penjagalan terhadap manusia?, Sosok seperti Apakah , Zat Seperti Apakah?
Menurut Saya Tuhan Adalah Hukum-Hukum Alam Semesta, Entitas Yang Menjebatani Antara Sebab dan Akibat , Tuhan Tidak Terlibat Ia Mungkin Hadir dan Menginspirasi, Tapi ia hanyalah Kesadaran Universal dari seluruh semesta ini, Tidak Peduli kalau kita membayangkannya seperti orang tua berjanggut ubanan, atau Orang Agung yang berseri-seri, Bahkan Bayi Suci yang menatap dengan polos, Dewi Agung yang Penuh kasih seperti apapun tampilannya dalam benak kita Tuhan Adalah Kesadaran Universal.