Ketika saya sedang sendirian dan berbicara dengan diri sendiri, banyak hal yang saya tanyakan ?,
Untuk Apa Saya Hadir di Sini Aku Ini Apa Yang Sedang Sadar Ini Siapa ?,yah Menatap ke dalam diri adalah pengalaman yang meresahkan mengalami sensasi perasaan yang butuh penjelasan tentang Sesuatu yang Berada di Balik Kedua Bola Mata Ini , Sesuatu Yang Berada Di Bagian Dalam Telingah Ini , Mungkinkah ini Roh,Nyawa atau Ini Cuma Otak Yang Berfikir , dan saya yang sedang berada di sini di dalam tubuh ini terperangkap dengan perasaan yang tajam ,Siapa Aku?,Kadang-kadang saya mencari obrolan-obrolan ringan ,mencari teman untuk menghilangkan perasaan yang meresahkan ,tetapi saat malam tiba dan mata berusaha untuk tidur ,Sesuatu yang terperangkap di dalam Hati selalu membutuhkan penjelasan. Tapi ada satu Kesendirian dan Anehnya Walau Sepi dan Seorang Diri saat kita Berada di Luar kita merasa terhubung dengan sesuatu yang Hebat yang Agung,yang Indah, dan perasaan -perasaan resah itu tidak muncul seperti disaat aku sedang sendiri berada di ruang tertutup.
Saya tidak akan bercerita tentang keresahan yang ada diatas Saya Hanya Ingin menceritakan tentang perasaan takjub saya ketika seorang diri di dalam kegelapan dan berbaring menatap langit dan bintang, walaupun sendiran tapi saya merasa hangat dan terlindungi, yah perasaan yang aneh dan menggetarkan,tapi nyaman dan terasa akrab,dalam kondisi seperti itu saya seperti menyadari sesuatu, Tentang Sesuatu Yah saya dan anda kita semua seperti terhubung dan menjadi bagian dari semesta ini, Saya merasa memiliki arti,memiliki tujuan ,saya telah menemukan alasan besar untuk hidup,yah Saya ,Anda Semua adalah benih dari semesta ini dan segala mahluk-mahluk lain ,pohon , serangga, binatang melata,yang tertidur dan yang terjaga adalah bagian dari dunia ini yang saya yakin juga hidup, ada atau tidak ada dunia lain diluar sana yang hidup seperti kita atau dengan cara yang berbeda tidaklah masalah,seandainnya hanya dunia ini, dan hanya bumi inilah yang memiliki kehidupan saya semakin menyadari tanggung jawab ,hasrat besar kita untuk melanjutkan kehidupan ini karena kita adalah Benih Semesta yang mungkin kita ketahui ,dimasa depan mungkin kita akan dapat menyebarkan beni kehidupan di Bumi ini ke planet-planet lain , suatu saat kita mungkin akan menemukan caranya, saat ini cuma satu halinilah yang hanya saya ketahui, Kita mungkin akan menemukan bentuk kehidupan lain atau menghidupkan Bulan Kita dimasa depan,Kita adalah Benih Semesta.
masbos
Kamis, 13 Oktober 2011
Rabu, 28 September 2011
Tentang Tuhan dan Agama
Sewaktu saya masih kecil , dan diajarkan tentang Agama Islam, Saya membayangkan tentang Tuhan , dan saya membayangkan Tuhan adalah Sosok Pria besar Yang Tegap dan Tinggi Berjubah Hitam dan Gelap, yang mengawasi segalanya , Tuhan Itu Keras dan Tegas Tidak Ragu-ragu dalam Menghukum, kalau kita berbohong ia akan memotong lidah kita kalau kita mencuri ia akan memotong tangan kita Intinya Tuhan Itu Pemarah dan Ia tidak suka kita dekat-dekat yang lain,
Sampai Akhirnya Saya Berusia Belasan Memikirkan tentang eksistensi Tuhan dan Agamanya , Saya Merasa Beragama dan Bertuhan Itu Terlalu Terpaksa dan harus mengikuti banyak aturan , tapi belakangan saya sadar bagaimana cara tuhan diperkenalkan dengan saya diajarkan oleh guru dan ahli-ahli agama yang setiap pagi dan petang menghardik dan menakut-nakuti tentang akherat dan Neraka , sepertinya takdir manusia hanyalah melayaninya dan sebagai tawanan dalam pikiran terhadap kepercayaannya kepada Tuhan,
Ketika saya Berkelana dalam pemikiran-pemikiran kosmis, mendalami berbagai kitab-kitab agama dan pandangan mistik saya berkesimpulan
Bagaimana Kita Mengenal Tuhan Amat Dipengaruhi Oleh Tahun-tahun Awal Kehidupan Kita Di Dunia Ini, Kalau Tuhan ada sebelum waktu itu ada , Lantas Bagaimana awal keberadaannya , kalau Tuhan bisa ada dengan sendirinya kenapa kita manusia tidak bisa ada dengan sendirinya, Siapa yang Butuh Tuhan, begitulah awal pemberontakan saya pada awal usia Belasan.
Saya Cukup terhibur dengan teori darwin bahwa material-material yang ada disemesta dapat terbentuk dengan sendirinya menjadi bahan Baku kehidupan dan Awal Kehidupan adalah Sel tunggal, tapi seiring waktu kapannya muncul kesadaran dalam diri mahluk hidup, mendalami agama Budha , Taoisme Saya terperangkap tentang Awal dan Akhir Eksistensi dan Noneksistensi saya Bebas dan Berkelana
Lalu apa Urgensinya Tuhan Bagi Kita , Sampai pada suatu hari datang sebuah kesadaran dalam benak saya , Memahami Tuhan , Tuhan adalah Ibaratnya angka 1 sampai 9 titik nol adalah ruang Tuhan karena tuhan adalah Nol , Nol yang Indah dan Agung, Nol adalah -2+2 atau 1
+2-3+6-5-1, yah Tuhan itu berarti satu Setan dikurang satu malaikat, malam dikurang siang , miskin ditambah kaya, Allahu akbar sangat maha Besar Bahkan Kita ada di dalam Tuhan , kita berada di dalam Tuhan .dari nol yang agung dan Indah itu terdiservikasi berbagai semesta dan kesadaran-kesadaran baru, gelap dan terang pagi dan siang
Kembali Tentang Tuhan , Lalu Apakah tuhan Itu yang diklaim oleh banyak Agama yang melakukan pembenaran terhadap penjagalan terhadap manusia?, Sosok seperti Apakah , Zat Seperti Apakah?
Menurut Saya Tuhan Adalah Hukum-Hukum Alam Semesta, Entitas Yang Menjebatani Antara Sebab dan Akibat , Tuhan Tidak Terlibat Ia Mungkin Hadir dan Menginspirasi, Tapi ia hanyalah Kesadaran Universal dari seluruh semesta ini, Tidak Peduli kalau kita membayangkannya seperti orang tua berjanggut ubanan, atau Orang Agung yang berseri-seri, Bahkan Bayi Suci yang menatap dengan polos, Dewi Agung yang Penuh kasih seperti apapun tampilannya dalam benak kita Tuhan Adalah Kesadaran Universal.
Sampai Akhirnya Saya Berusia Belasan Memikirkan tentang eksistensi Tuhan dan Agamanya , Saya Merasa Beragama dan Bertuhan Itu Terlalu Terpaksa dan harus mengikuti banyak aturan , tapi belakangan saya sadar bagaimana cara tuhan diperkenalkan dengan saya diajarkan oleh guru dan ahli-ahli agama yang setiap pagi dan petang menghardik dan menakut-nakuti tentang akherat dan Neraka , sepertinya takdir manusia hanyalah melayaninya dan sebagai tawanan dalam pikiran terhadap kepercayaannya kepada Tuhan,
Ketika saya Berkelana dalam pemikiran-pemikiran kosmis, mendalami berbagai kitab-kitab agama dan pandangan mistik saya berkesimpulan
Bagaimana Kita Mengenal Tuhan Amat Dipengaruhi Oleh Tahun-tahun Awal Kehidupan Kita Di Dunia Ini, Kalau Tuhan ada sebelum waktu itu ada , Lantas Bagaimana awal keberadaannya , kalau Tuhan bisa ada dengan sendirinya kenapa kita manusia tidak bisa ada dengan sendirinya, Siapa yang Butuh Tuhan, begitulah awal pemberontakan saya pada awal usia Belasan.
Saya Cukup terhibur dengan teori darwin bahwa material-material yang ada disemesta dapat terbentuk dengan sendirinya menjadi bahan Baku kehidupan dan Awal Kehidupan adalah Sel tunggal, tapi seiring waktu kapannya muncul kesadaran dalam diri mahluk hidup, mendalami agama Budha , Taoisme Saya terperangkap tentang Awal dan Akhir Eksistensi dan Noneksistensi saya Bebas dan Berkelana
Lalu apa Urgensinya Tuhan Bagi Kita , Sampai pada suatu hari datang sebuah kesadaran dalam benak saya , Memahami Tuhan , Tuhan adalah Ibaratnya angka 1 sampai 9 titik nol adalah ruang Tuhan karena tuhan adalah Nol , Nol yang Indah dan Agung, Nol adalah -2+2 atau 1
+2-3+6-5-1, yah Tuhan itu berarti satu Setan dikurang satu malaikat, malam dikurang siang , miskin ditambah kaya, Allahu akbar sangat maha Besar Bahkan Kita ada di dalam Tuhan , kita berada di dalam Tuhan .dari nol yang agung dan Indah itu terdiservikasi berbagai semesta dan kesadaran-kesadaran baru, gelap dan terang pagi dan siang
Kembali Tentang Tuhan , Lalu Apakah tuhan Itu yang diklaim oleh banyak Agama yang melakukan pembenaran terhadap penjagalan terhadap manusia?, Sosok seperti Apakah , Zat Seperti Apakah?
Menurut Saya Tuhan Adalah Hukum-Hukum Alam Semesta, Entitas Yang Menjebatani Antara Sebab dan Akibat , Tuhan Tidak Terlibat Ia Mungkin Hadir dan Menginspirasi, Tapi ia hanyalah Kesadaran Universal dari seluruh semesta ini, Tidak Peduli kalau kita membayangkannya seperti orang tua berjanggut ubanan, atau Orang Agung yang berseri-seri, Bahkan Bayi Suci yang menatap dengan polos, Dewi Agung yang Penuh kasih seperti apapun tampilannya dalam benak kita Tuhan Adalah Kesadaran Universal.
Langganan:
Postingan (Atom)